Friday, June 8, 2012

Mari kita bandingkan secara visual..


Mari kita bandingkan  secara visual.. 

Coba kita lihat.. 
Inget nggak, dulu si pedemo yang giginya ompong, dan muncul di televisi berpartisipasi dalam beberapa demo? Ternyata joki demo tidak hanya ada di bidang politik, tapi juga ada joki serupa di bidang seni rupa. 

Mari kita simak tokoh yang dilukis dalam lukisan yang konon karya seorang maestro, tahun 1946, lalu muncul lagi dalam karya yg konon tahun 1948: 

 

Ternyata dia jadi model juga dalam lukisan tahun 1967 konon karya maestro lain.  

  

Ok memang tidak persis sama, tapi kemiripan ekspresinya menarik ya.. perhatikan dahi, alis, mata, hidung, mulut dan gigi, juga otot2 leher dan tulang belikat figur-figur itu.. 

 

Nah.. ada kesamaan ngk??? 

Perhatikan kemiripan kedua lukisan ini, dan simak juga, bahwa ketika mulut orangnya terbuka, "merongos", maka dua gigi muncul.

 

Bukan hanya wajah, tapi pada beberapa tungkai juga terdapat hal yang serupa. 


Perhatikan penggambaran lutut dan tulang kering, betapa miripnya. 


Lalu kaki: 
   

  



Beda sekali ya dari kaki ini:



Bagaimana jika bersepatu?

  



                    Beda sekali ya dibanding ini:
                                                                                             


Celana: 


                    Acuannya ini ya?

                    
Celana militer: 


Mari bandingkan 

                                                                   


Anak-anak




 Lihat ini



Bandingkan bedanya dengan karya canggih ini 


 Lihat ini 



 Bandingkan bedanya dengan karya canggih ini 




Torso


 





Bandingkan lukisan karya 1953 



dan karya2 1950-1955 berikut ini: 



     

Jelas sekali dong bedanya...


Karena itulah, lukisan tidak bertanda tangan pun, jika asli bisa kita perkirakan tahunnya. 


Bandingkan lukisan yg katanya 1953 dan karya 1950

Perhatikan dua lukisan ini. Apakah mungkin yg kiri, yang konon dilukis tahun 1953, dilukis perupa yang sama dengan perupa yang melukis karya yang di kanan (1950). 


Yang melukis figur canggih di kanan bukanlah yang melukis dua figur wajah yang ada pada lukisan tahun 1953 tersebut. Lihatlah bagaimana pakaian pada dua figur di kiri, tidak tergarap, sementara yang di figur kanan sangat tergarap, hampir fotografis. 





Mari kita simak pelukisan Diponegoro 

Udah kelihatan ada usaha, tapi masih belum oke. 





Landscape lukisan ini 



 
Landscapenya terinspirasi lukisan ini nih.. 



Tapi mari kita lihat ini, karya yg konon 1947,,  


Acuannya: 


Mari kita bandingkan: 

Ini sudah lumayan usahanya, ada kemiripan 

 


Tapi kok seterusnya tidak digarap seperti yang di atas? 

 
                                               Padahal seharusnya seperti ini dong: 



Nah, terakhir, ini siapa ya? Kok sepertinya sering lihat.. 






Thursday, June 7, 2012






Perhatikan persamaan empat lukisan ini, apakah benar karya Raden Saleh? 








                                       ini berasal dari buku ini: 

Kurator pameran Raden Saleh kemarin seharusnya tau dong tentang keberadaan lukisan ke-4 ini, yang jelas juga pelukis lukisan yang pertama juga. 

Artinya?? 




Monday, June 4, 2012

Lain Dulu, Lain Sekarang, Tetapi Ada yang dari Dulu Hingga Sekarang Sama Saja!


Lain Dulu, Lain Sekarang...,
Tetapi Ada yang dari Dulu Hingga Sekarang Sama Saja!

Dalam perkembangan jaman, ada yang tetap, dan ada yang berubah.



Ketika melihat seorang buruh konstruksi yang sedang membangun gedung di Pondok Indah, sedang berbicara di telepon genggamnya, beberapa bulan yang lalu,




saya langsung teringat pada gambar karya S. Sudjojono di bawah ini, yang digambarnya di pabrik PUSRI, tahun 1964.


Kedua karya ini menarik, karena menunjukkan bahwa:

dari dulu hingga sekarang ada yang tidak berubah. Kita punya kebutuhan untuk berkomunikasi.. tapi cara kita berkomunikasi sudah begitu berkembang dan berubah...

Tentu telepon genggam telah banyak membantu kita di jaman sekarang. Tapi kalau anda ingat-ingat.. jaman dulu, tanpa telepon genggam kita malah lebih tepat waktu dalam janji untuk bertemu muka.

Saya pernah janji bertemu dengan teman dari teman, seorang Belanda yang datang ke Jakarta dan ingin berjalan-jalan melihat-lihat arsitektur dari Malang hingga Yogya. Ketika itu saya tinggal di Bali, dan kami membuat janji untuk bertemu di suatu pagi pada tanggal tertentu di Hotel Niagara, Lawang. Kami pun ketemu persis pada hari yang ditentukan, padahal saya berkendara dengan mobil dari Bali, dan dia datang dengan kereta atau bis dari Jakarta.

Di jaman sekarang, janji untuk tur serupa dengan beberapa teman, belum juga kesampaian..


BBC News - Can you love a fake piece of art?

BBC News - Can you love a fake piece of art?:

'via Blog this'

Sunday, June 3, 2012

Raden Saleh: Penangkapan Pangeran Diponegoro

Raden Saleh dan Pengangkapan Pangeran Diponegoro 


Raden Saleh Sjarif Bustaman 




Rumah Raden Saleh di Jl. Radeen Saleh, Cikini, Jakarta, sekarang Rumah Sakit PGI Cikini 





Lukisan Pengangkapan Pangeran Diponegoro 




Lukisan Penyerahan Pangeran Diponegoro karya Nichola Pieneman 








Peter Carey memperkirakan bahwa Raden Saleh menyertakan dirinya sendiri dalam lukisan ini, sebagai tiga sosok yang berbeda. Mungkin yang paling depan seorang yang menghaturkan sembah hormat serta kesedihan dan simpati pada apa yang menimpa Diponegoro, yang kedua yang mempertanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan yang ke-tiga yang merenungkan, dirinya sendiri bisa berbuat apa untuk ini semua? 


"It seems likely that Raden Saleh did indeed paint himself into his famous historical painting of Diponegoro's capture in Magelang on 28 March 1830 - the first (to the left) as the figure with the bowed head, in the centre a face looking into the middle distance, and to the right Raden Saleh the mid-nineteernth-century 'scientist' rubbing his chin as if to say 'what is the meaning of all this?' We know from other sources that Raden Saleh was the likely author of an articel which appeared in the French press in January 1848 which was very critical of the way the Dutch colonial authorities weree treating Diponegoro and is family in exile." 
                                                                                          -- Peter Carey 



Menarik utk dibaca lebih lanjut > hubungan Manado dan Rd. Saleh/Perang Jawa > Antara lukisan Pangeran Diponegoro oleh Pieneman dan Raden Saleh ow.ly/bkclN